Tampilkan postingan dengan label Paskah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paskah. Tampilkan semua postingan

12 April 2009

PASKA: Batu Itu Sudah Terguling

Markus 16:1-8

Sejak pintu kubur Yesus ditutup dan kemudian disegel maka murid-murid Yesus bergumul dengan dua pertanyaan:

Siapa yang akan menggulingkan batu?
Pertanyaan ini mengandung nada kuatir dan ketidakberdayaan para perempuan yang ingin merempahi mayat Yesus untuk memasuki kubur Yesus yang ditutup batu besar dan disegel serta dijaga.

Siapa yang telah menggulingkan batu?
Pertanyaan ini malah mengandung nada bingung dan cemas bahkan curiga karena melihat kubur Yesus telah terbuka.

Ketika kubur belum terbuka pertanyaannya: SIAPA YANG AKAN MENGGULINGKAN BATU?
Dan sesudah batu terguling pertanyaannya: SIAPA YANG TELAH MENGGULINGKAN BATU?

Fokus pertanyaan memang terarah ke arah batu penutup kubur Yesus tetapi maksud sebenarnya terletak pada oknum yang akan dan telah menggulingkan batu itu.

Kedua pertanyaan itu di mata para murid sayangnya senantiasa dijawab dalam tataran manusiawi.

SIAPA YANG AKAN MENGGULINGKAN BATU? Minimal para murid laki-laki tentunya.

SIAPA YANG TELAH MENGGULINGKAN BATU? Pasti mereka yang punya rencana jahat.

Tak satu pun dari pikiran para murid terarah pada maksud yang rohani dan mendalam untuk jawaban itu. Pikiran mereka dibutakan dan seolah tidak pernah mendengar janji Yesus bahwa Ia akan bangkit.

Itulah kecenderungan manusia yang pikirannya selalu terpaku pada peristiwa-peristiwa manusia dan tidak memberi ruang untuk peristiwa Allah.

Kita jangan bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan dan pergulatan-pergulatan yang dalam kacamata lahiriah saja tetapi juga yang rohaniah.

Ketika batu sudah terguling dan itu adalah peristiwa Allah namun mereka tetap saja menilainya sebagai peristiwa manusia.

Batu itu telah terguling membuktikan bahwa Yesus tidak dapat ditahan maut, namun belum juga dimengerti para murid.

Batu itu telah terguling membuktikan kuasa dunia apapun tidak dapat menyandera Yesus, belum juga dimengerti para murid.

Batu itu telah terguling membuktikan kebangkitan kita orang percaya menyerupai cara bangkit Kristus, belum juga dimengerti para murid.

Kita harus punya cara pandang yang melampaui cara pandang para murid, yang melihat batu belum terguling kemudian mulai mencari jalan, dan ketika terguling malah muncul curiga. Kita harus melihat jauh pengertian BATU YANG TERGULING ITU LEBIH dari sekedar BATU yang menutup sebuah makam.


MAKNA BATU YANG TERGULING
Batu besar menjadi lambang maut, dan maut adalah suatu kekuasaan. Jika orang sudah ditelannya tidak dapat kembali.

Kematian adalah suatu perkara yang pasti, yang tidak bisa dielakan. Setiap orang mengetahui bahwa sekali kelak ia akan mati. Kematian itu bisa terjadi di atas kasur empuk, bisa terjadi di tengah jalan, sama saja. Entah dikuburkan dengan upacara yang meriah, atau dikuburkan dengan tanpa suatu upacara, sama saja! Pada prinsipnya, maut menggenggam orang mati itu dalam kekuasaannya, dan tidak pernah melepaskan mangsanya.

Ilmu pengetahuan manusia, bagaimana pun canggihnya, tidak dapat memecahkan persoalan ini. Ilmu pengetahuan manusia selalu berhenti di tepi kuburan dan tidak pernah melewati batas itu. Jika demikian, maka Siapakah yang dapat menolong kita untuk menggulingkan batu itu dari pintu kuburan kita masing-masing?

Paskah adalah berita tentang batu yang terguling, berita tentang kekalahan maut di depan Anak Allah.

Paskah menyatakan Siapakah sebenarnya Yesus Kristus itu. Paskah menyatakan bahwa kita tidak menyembah seorang manusia yang kelak menjadi debu dalam kuburan!

Kita MENYEMBAH ORANG YANG TELAH BANGKIT DAN MENGGULINGKAN BATU KUBURNYA – DIALAH YESUS.

Paskah berarti: kita menyembah Tuhan yang hidup, yang berkuasa menyelamatkan, yang telah mematahkan belenggu maut. Batu yang sudah terguling itu berarti kita tidak usah takut lagi terhadap maut!

Walaupun maut itu masih ada, dan kadang-kadang ia menyerang kita secara kejam.

Mungkin maut masih dapat membentak-bentak, seakan-akan ia masih berkuasa. Namun Yesus mengetahui bahwa bagimanapun kejamnya maut, ia telah dikalahkan!

Firman-Nya kepada setiap anak tebusan-Nya: “Jangan takut! Aku adalah yang awal dan yang akhir, dan yang hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut” (Wahyu 1:17, 18).

Ingatlah kepada batu pertama yang telah terguling, yang akan disusul oleh batu-batu yang lainnya! Ingatlah bahwa maut adalah kekuasaan yang telah patah.

Itulah sebabnya Paulus, walaupun kemudian dipancung kepalanya, bersorak-sorak: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” (I Kor. 15:54b, 55).

Inilah rahasia orang Kristen. Seorang Kristen dapat mati dengan tersenyum, walaupun maut datang menyerangnya secara kejam. Sebab selalu tampak kepadanya sinar-sinar Paskah di belakang maut.

Paskah! Batu telah terguling! Bersukacitalah! Amin.

Daniel Zacharias
education from womb to tomb

Kita Lebih Dari Pemenang

Roma 8:31-39

Orang Kristen menang? Seharusnya bukan lagi menjadi sebuah pertanyaan tetapi proklamasi atau kesaksian yang tak terbantahkan. Namun pada kenyataannya justru banyak orang percaya yang nasibnya ternyata sering disebut sebagai kekalahan orang yang seharusnya menang.

Apa yang diproklamirkan oleh Paulus adalah sebuah kenyataan bahwa orang yang percaya kepada Yesus adalah orang yang bukan sekedar menang tetapi lebih dari itu. Atau dengan kata lain Yesus ingin menunjukkan tentang sebuah kemenangan orang yang menang dan bukan kekalahan orang yang menang.

Kebangkitan Kristus yang menunjukkan kemenangan kebangkitan itu hendaknya nyata efeknya pada mereka yang akrab dengan Dia. Perayaan Paskah bukan mengenang kemenangan masa lalu tetapi sebagai refleksi ke depan bahwa kita tetap akan diberi kemenangan.

Merayakan Paskah tanpa turut menikmati kemenangannya maka hal itu hanya merupakan sebuah perayaan sebuah kisah mitos yang pada akhirnya nasib pelaksanaannya menjadi sangat nisbi. Padahal jaminan penyertaan Yesus melalui kemenangan kebangkitan-Nya menjadi jaminan yang melampaui semua situasi pahit manusia: "Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."

Paskah bukan sekedar proklamasi kepada dunia bahwa Kristus telah bangkit dan menang, tetapi Ia juga menunjukkan kemenangan itu dalam diri kita selaku gereja yang sulit untuk dibantah dunia.

Daniel Zacharias
education from womb to tomb

24 Maret 2008

Paska Gabung GKI Maleo Raya dan GKO Bintaro Jaya

Kemarin tepatnya tanggal 23 Maret 2008 pkl. 04.30 wib bertempat di Gedung Gereja Immanuel dilangsungkan PASKA GABUNGAN GKI-GKO 2008 dengan tema: "PERGI DAN KATAKANLAH, “YESUS TELAH BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI”
(Matius 28:1-10).

Adapun yang melayani dalam ibadah gabungan tersebut berasal dari kedua jemaat tersebut, baik pelayan liturgi dari para penatua, kolektan, juga kantoria, paduan suara, serta penerima tamu, sampai petugas konsumsi, sebagai pelayan firman oleh Gembala Sidang GKO Bintaro Jaya: Pdt. Daniel Zacharias, MTh, dan doa syafaat dilayani oleh Gembala Sidang GKI Maleo Raya: Pdt. Thomas Kartomo, MTh. Demikian pula ibadah paska Sekolah Minggu Gabungan GKI-GKO berlangsung di saat yang sama namun di ruang yang berbeda. Ibadah yang berlangsung hikmat tersebut berlangsung dalam suasana yang akrab dan telah menjadi tradisi kurang lebih 8-9 tahun belakangan ini. Terpujilah Tuhan Yesus Kristus!

Di akhir kegiatan di sebelah kiri gedung ibadah sudah disediakan tenda jamuan kasih bersama dan panggung hiburan yang diisi oleh artis-artis lokal dari GKI dan GKO. Acara berakhir pukul 08.00 wib dan semua pulang ke rumah masing-masing untuk meneruskan tidur yang sempat terpotong subuh harinya.

Berikut ini cuplikan kotbah pelayan firman:

PERGI DAN KATAKANLAH: YESUS TELAH BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI

Matius 28:7 … pergi dan katakanlah … Yesus telah bangkit dari antara orang mati …

PERGI DAN KATAKANLAH!
Menjadi orang yang kritis dan sedikit skeptis alias menjadi seorang yang peragu, di satu sisi bisa membawa seseorang kepada hal yang positif, namun di sisi lain hal tersebut malah dapat menyesatkan orang kepada hal-hal yang sangat negatif.

Bersikap kritis dan sedikit skeptis telah dilakukan Thomas terhadap peristiwa kebangkitan Sang Guru. Ia tidak bisa begitu saja menerima cerita rekan-rekannya bila ia tidak membuktikannya sendiri. Untungnya kekritisan dan keskeptisan Thomas bermuara kepada salah satu pengakuan iman tertua dalam tulisan-tulisan Kristen perdana: “Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yoh 20:28). Sikap Thomas ini yang saya sebut dari KRITIS-SKEPTIS-PISTIS.

Sebaliknya di zaman sekarang ini tidak sedikit orang yang konon sudah khatam dan bolak-balik menggali Alkitab malah berubah polanya KRITIS-SKEPTIS-SINIS.

Padahal untuk memahami dan menindaklanjuti tema Paskah Gabungan GKI-GKO 2008 ini: PERGI DAN KATAKANLAH, “YESUS TELAH BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI” tidak mungkin dihadapi dengan sikap KRITIS-SKEPTIS-SINIS.

Sebab bila kita bersikap demikian maka tatkala kita membahas kata: PERGI DAN KATAKANLAH pertanyaan yang muncul kemudian adalah: atas dasar apa kita pergi, dan berita apa yang harus kita sampaikan?

Kemudian ketika kita bicara mengenai ‘kebangkitan’ bila kita KRITIS-SKEPTIS-SINIS maka yang akan kita sampaikan adalah bahwa Yesus tidak pernah bangkit! Karena itu tidak masuk akal, dan itu tidak rasional! Itukah berita Paskah?

Sejalan dengan tema kita memang kita tetap perlu untuk:

BERSIKAP KRITIS (mendalami) – namun kekritisan bukan hanya dalam arena RASIONIL atau IRASIONIL, tetapi juga SUPRA RASIONIL, dan dimensi ketiga ini harusnya sudah disadari dari awal bahkan ketika kita mulai memanggil nama Allah.
SKEPTIS (ragu untuk mencari jawaban)
PISTIS (iman semakin diperteguh)

Mereka yang KRITIS-SKEPTIS-SINIS mengatakan:

  • Yesus hanya bangkit dalam memori dan halusinasi para murid.
  • Yesus bangkit secara rohani.
  • Kebangkitan Yesus adalah peristiwa rohani yang tentu saja tidak historis.
  • Dengan kata lain mereka ingin mengatakan bahwa kebangkitan Yesus adalah kisah rekayasa dari para murid yang frustrasi karena gagal menjalani misi dengan guru mereka.
  • Dengan kata lain mereka ingin mengatakan bahwa murid-murid Yesus hanya mereka-reka saja.
  • Dengan kata lain Yesus mati seperti orang lain dan roh-Nya berada di sisi lain.
  • Dengan kata lain YESUS TIDAK PERNAH BANGKIT! Oh my God!

Bila Yesus hanya bangkit dalam memori dan halunisasi para murid maka Paulus tidak perlu mengatakan bahwa:

I Kor 15:12-14:
12 Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
13 Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.

atau sia-sia saja ia mengatakan:

Filipi 3:10-11:
10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati

Bila Yesus hanya bangkit secara rohani sebagaimana orang mati lainnya atau bila itu cuma halusinasi mereka saja, maka apa sebenarnya kepentingan para murid sehingga:

  • Mereka harus mengalami perubahan hidup yang radikal.
  • Mereka harus bertaruh nyawa mereka sendiri.
  • Mereka harus meninggalkan pekerjaan mereka.
  • Mereka harus meninggalkan zona nyaman mereka.
  • Mereka harus lelah-lelah mencantumkan berbagai fakta penampakkan-Nya.

Apakah yang mereka lakukan itu karena uang? Karena kedudukan? Karena wanita? Tak ada satupun dari murid Yesus yang karena mengisahkan kebangkitan Kristus kemudian hidup bergelimang harta, memiliki kedudukan tinggi, atau bisa mendapatkan banyak wanita atau istri! Mereka semua tewas sebagai martir!

A.M. Hunter seorang ahli PB mengatakan bahwa kebangkitan Kristus merupakan hari kemengan gereja. Hari ini kita memperingati kemenangan terbesar segala zaman, karena kemenangan-kemenangan lain misalnya: kemenangan perang Alexander the Great, Caesar, bahkan Napoleon, serta Mc Arthur telah menjadi kuno dan pudar, sedangkan kemenangan Kristus itu tetap dan Pemenangnya pun tetap. “Kristus sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi. Maut tidak lagi berkuasa atas Dia!

Mendengar uraian tadi kini rasanya kita sudah punya alasan untuk melakukan bagian depan tema kita: PERGI DAN KATAKANLAH.

YESUS TELAH BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI.
Kata kunci untuk kalimat ini justru bukan kata ‘bangkit’ tetapi DARI ANTARA. Kata ‘bangkit DARI ANTARA orang mati’ di dalam Alkitab TB terdapat 51 kali dalam 51 ayat yang hampir semuanya diarahkan pada KEBANGKITAN KRISTUS dan juga tertera dalam ucapan pengakuan iman rasuli.

Kita harus benar-benar mengerti bahwa apa yang menjadi ISI BERITA KITA tentang ‘dari antara’ tentunya ini bukan tentang SEKEDAR YESUS BANGKIT. Tetapi KEBANGKITANNYA adalah KEBANGKITAN DARI MAUT SEMENTARA MANUSIA LAINNYA MASIH MATI.

Bahkan tidak sedikit ayat dari PB yang menyebutkan YESUS SEBAGAI YANG SULUNG YANG BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI.

Kebangkitan dari antara orang mati menunjukkan bahwa kebangkitan-Nya bukanlah sebuah peristiwa kebangkitan rohani belaka seperti kematian manusia lainnya. Tetapi kebangkitan-Nya adalah sebuah KEBANGKITAN JASMANI yang sekaligus adalah KEBANGKITAN ROHANI.

Apa manfaatnya bagi kita?

  • Pemberitaan mengenai KEBANGKITAN KRISTUS sama artinya dengan memberitakan INJIL dan PUSAT IMAN itu sendiri dan itulah ISI BERITA YANG GEREJA HARUS SAMPAIKAN KEPADA DUNIA.
  • Meyakini kuasa kebangkitan-Nya sama artinya meyakini Allah kelak membangkitkan kita sebagaimana Ia membangkitkan Kristus.
  • Jangan hidup di bawah kendali dan belenggu ketakutan dan keputusasaan. Hiduplah dengan pengharapan SEBAB bila Allah sanggup menaklukan maut dan membangkitkan Kristus maka Ia pun sanggup menaklukan semua hal yang membelenggu hidup kita dan membangkitkan kita dari semua kejatuhan dan keterjerembaban kita, Amin!

Daniel Zacharias

Paskah 2008