Hari ini aku memasuki usia yang ke-39 ...
Terima kasih Tuhan untuk usia yang sedemikian, dan hanya karena karya-Mu saja maka aku dimampukan untuk menggoyang lonceng gerbang usia baru dengan sukacita ...
Namun di titik ini pula aku tertunduk malu dan mengaku untuk semua anugerah dan kepercayaan yang Engkau berikan yang belum aku jawab dengan semestinya ...
Aku bersyukur terus diberi kesempatan dan diberi lagi betapapun aku terus merusaknya ...
Terima kasih untuk kasih-Mu yang tak pernah surut dan pertolongan-Mu yang tak pernah sirna ...
Satu hal di tahun ini adalah 'meninggalkan yang harus ditinggalkan', 'berjalan di atas jalan yang harus dijalani', 'hidup di atas hidup yang dihidupi" ... sekali lagi terima kasih Tuhan ...
Terpujilah Engkau kekal selama-lamanya ...
barukhabah besem Adonai ...
Daniel Zacharias
education from womb to tomb
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
24 Februari 2009
11 Desember 2008
DOA ADVENTUS: DOA JÜRGEN MOLTMANN
Masa Adventus tidak selamanya merupakan tengokan ke belakang, namun juga merupakan pandangan pengharapan ke depan akan kehadiran Mesias yang eskaton. Sehingga Advent bukan penyambutan peristiwa Betlehem belaka tetapi juga untuk peristiwa parousia. Dalam masa Adventus ini ada baiknya kita merenungkan apa yang tertera di Sing me the song of my World[1] yang merupakan doa yang mengekspresikan trintitarisme eskatologis, berorientasi baik pada praksis maupun pada doxology, kemana perkembangan itu membawa:
BAPA DI SORGA
sudah waktunya engkau datang.
Karena waktu kami hampir habis
dan dunia kami sedang menuju kematian.
Engkau telah memberikan kami kehidupan satu bersama dengan yang lain.
Kami telah menghancurkannya dengan menyatakan perang satu terhadap yang lain.
Engkau mengaruniakan kami pepohonan dan hutan-hutan.
Kami sudah menebangnya.
Untuk burung-burung engkau memberikan musim semi
dan untuk ikan-ikan sungai-sungai.
Kami telah melenyapkan musim semi dan mengotori sungai-sungai.
Kepada karya ciptaan-Mu
engkau memberikan keseimbangan.
Kami telah mengganggunya dank arena itu mendatangkan kesedihan.
Datanglah, Pencipta semesta,
perbarui wajah yang tanpa kehidupan dari bumi ini.
Buanglah ketidakbahagiaan kami
berikanlah kami pengharapan akan Hari-Mu
ketika, pada perdamaian dengan setipa ciptaan,
kami dapat tertawa dan memuji-Mu
Kristus Yesus, Sahabat kami,
kami tidak dapat berjalan dalam rombongan-Mu
tanpa tetangga kami,
mereka yang dekat dan mereka yang jauh
teman-teman dan musuh-musuh.
Terus-menerus menjadi sahabat orang berdosa,
menjadi miskin dengan orang miskin,
menjadi lemah dengan orang yang lemah,
terkutuk dengan mereka yang terbuang,
mereka itu, dan kami dengan mereka, boleh mempunyai kehidupan.
Kami mengharap kedatangan kerajaan-Mu
seperti kami mengharap perdamaian dalam dunia yang terpecah ini.
Kami percaya akan kehadiran-Mu
sama seperti kami percaya dalam hidup yang penuh arti
bahkan ketika berhadapan dengan kesia-siaan dari kematian.
Kami mencari kedatanganmu
seperti kami merasa lapar akan makanan kami sehari-hari.
Datanglah, Tuhan Yesus, datanglah segera.
Roh Kudus, Engkau kami kenal
sebagai kuasa yang dari atas,
sebagai penghibur dalam kesesakan.
Kami berseru kepadamu dan seruan kami membesarkan hati kami.
Kami menyeru Engkau dan Engkau menyeru bersama kami.
Kami menantikan Engkau dan Engkau ada dalam hati kami.
Bukakanlah mata kami dan kami akan melihat
tapak kakimu di atas jalan kami.
Berikanlah kami ketenangan dan kami akan mendengar
keluhan-keluhan-Mu di dalam penjara-penjara kami.
Ambillah dari kami apa yang harus Engkau ambil
sampai kami datang beristirahat di dalam Engkau
dan merasa bahwa kami sedang mengaso,
sadar akan kehidupan-Mu di dalam diri kami,
kasih-Mu yang menyala dan kekuatan-Mu yang mendorong,
kesedihan dan kebahagiaan-Mu mendalam di hati kami.
Datanglah Roh Pencipta,
kosongkan hati kami dari kegelisahan yang mementingkan diri sendiri,
isilah roh kami dengan kasih yang kreatif.
Berikanlah kami khayalan-khayalan dan penglihatan-penglihatan dari
kerajaan kebebasan-Mu.
Jadikanlah kami bersedih kalau mereka dikhianati,
kalau mereka tidak menjadi kenyataan.
Bapa, Anak dan Roh Kudus.
Waktunya sudah tiba, waktu untuk penggenapan sejarah.
waktu untuk menjadikan semua satu dengan Allah dan dalam Allah.
Selamat menziarahi masa adventus yang sulit untuk digambarkan ...
[1] Richard Bauckham, Teologi Mesianis (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1996), 174-176. Bahan tersebut dikutip dari D. Cremer, Sing me the song of my World, diterjemahkan oleh B. Davies (St. Paul Publications, Slough, 1981), hlm. 140-141.
Daniel Zacharias
education from womb to tomb
BAPA DI SORGA
sudah waktunya engkau datang.
Karena waktu kami hampir habis
dan dunia kami sedang menuju kematian.
Engkau telah memberikan kami kehidupan satu bersama dengan yang lain.
Kami telah menghancurkannya dengan menyatakan perang satu terhadap yang lain.
Engkau mengaruniakan kami pepohonan dan hutan-hutan.
Kami sudah menebangnya.
Untuk burung-burung engkau memberikan musim semi
dan untuk ikan-ikan sungai-sungai.
Kami telah melenyapkan musim semi dan mengotori sungai-sungai.
Kepada karya ciptaan-Mu
engkau memberikan keseimbangan.
Kami telah mengganggunya dank arena itu mendatangkan kesedihan.
Datanglah, Pencipta semesta,
perbarui wajah yang tanpa kehidupan dari bumi ini.
Buanglah ketidakbahagiaan kami
berikanlah kami pengharapan akan Hari-Mu
ketika, pada perdamaian dengan setipa ciptaan,
kami dapat tertawa dan memuji-Mu
Kristus Yesus, Sahabat kami,
kami tidak dapat berjalan dalam rombongan-Mu
tanpa tetangga kami,
mereka yang dekat dan mereka yang jauh
teman-teman dan musuh-musuh.
Terus-menerus menjadi sahabat orang berdosa,
menjadi miskin dengan orang miskin,
menjadi lemah dengan orang yang lemah,
terkutuk dengan mereka yang terbuang,
mereka itu, dan kami dengan mereka, boleh mempunyai kehidupan.
Kami mengharap kedatangan kerajaan-Mu
seperti kami mengharap perdamaian dalam dunia yang terpecah ini.
Kami percaya akan kehadiran-Mu
sama seperti kami percaya dalam hidup yang penuh arti
bahkan ketika berhadapan dengan kesia-siaan dari kematian.
Kami mencari kedatanganmu
seperti kami merasa lapar akan makanan kami sehari-hari.
Datanglah, Tuhan Yesus, datanglah segera.
Roh Kudus, Engkau kami kenal
sebagai kuasa yang dari atas,
sebagai penghibur dalam kesesakan.
Kami berseru kepadamu dan seruan kami membesarkan hati kami.
Kami menyeru Engkau dan Engkau menyeru bersama kami.
Kami menantikan Engkau dan Engkau ada dalam hati kami.
Bukakanlah mata kami dan kami akan melihat
tapak kakimu di atas jalan kami.
Berikanlah kami ketenangan dan kami akan mendengar
keluhan-keluhan-Mu di dalam penjara-penjara kami.
Ambillah dari kami apa yang harus Engkau ambil
sampai kami datang beristirahat di dalam Engkau
dan merasa bahwa kami sedang mengaso,
sadar akan kehidupan-Mu di dalam diri kami,
kasih-Mu yang menyala dan kekuatan-Mu yang mendorong,
kesedihan dan kebahagiaan-Mu mendalam di hati kami.
Datanglah Roh Pencipta,
kosongkan hati kami dari kegelisahan yang mementingkan diri sendiri,
isilah roh kami dengan kasih yang kreatif.
Berikanlah kami khayalan-khayalan dan penglihatan-penglihatan dari
kerajaan kebebasan-Mu.
Jadikanlah kami bersedih kalau mereka dikhianati,
kalau mereka tidak menjadi kenyataan.
Bapa, Anak dan Roh Kudus.
Waktunya sudah tiba, waktu untuk penggenapan sejarah.
waktu untuk menjadikan semua satu dengan Allah dan dalam Allah.
Selamat menziarahi masa adventus yang sulit untuk digambarkan ...
[1] Richard Bauckham, Teologi Mesianis (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1996), 174-176. Bahan tersebut dikutip dari D. Cremer, Sing me the song of my World, diterjemahkan oleh B. Davies (St. Paul Publications, Slough, 1981), hlm. 140-141.
Daniel Zacharias
education from womb to tomb
09 November 2007
Doa Kedagingan

Yakobus 4:3
Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
Anda memang tidak sedang salah lihat memang judul renungan ini adalah DOA KEDAGINGAN bukan DOSA KEDAGINGAN. Kita sudah terbiasa dengan istilah DOSA KEDAGINGAN tetapi ngomong-ngomong apa ada yang namanya DOA KEDAGINGAN? Yakobus memberi penjelasan bahwa dalam hidup kita seringkali harapan dan kerinduan hati tidak terwujud sebagaimana yang kita harapkan, hal itu tidak disebabkan oleh karena ketiadaan doa dalam keseharian kita (ayat 2), tetapi juga karena sekalipun berdoa namun doa yang dinaikkan sarat dengan nafsu. Kata ’nafsu’ dalam teks ini lebih mengarah pada bentuk-bentuk kesenangan (Yun. hedone, Ing. pleasure). Yakobus memaksudkan disini bahwa doa yang dinaikkan merupakan suatu upaya untuk menyenangkan diri sendiri. Mungkin akan timbul semacam pertanyaan: apakah tidak boleh kita menaikkan doa yang berangkat dari kerinduan diri sendiri? Dan apakah doa yang kita naikkan yang penuh dengan permintaan pribadi selalu berarti dengan doa yang penuh hawa nafsu? Dan kalau tidak bagaimana cara membedakannya?
Yesus pernah mengajarkan sebuah doa tatkala Ia bergumul di taman Getsemani: ”Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Lukas 22:42). Yesus menaikkan doa yang bukan karena kesenangan atau nafsu tetapi karena kengerian yang telah Ia bayangkan di depan-Nya. Dalam hal ini doa Yesus memang bukanlah doa yang penuh dengan kedagingan tetapi juga doa itu sendiri tidak berarti telah sesuai dengan kehendak Allah. Kata kunci dalam doa yang tidak kita lupakan adalah “sesuai dengan kehendak Allah”. Doa tidak akan mengubah kehendak Allah tetapi mengubah kehendak kita menurut kehendak Allah. Dengan berdoa kita belajar mensejajarkan diri dengan kehendak-Nya. Doa memang membutuhkan iman, tetapi iman bukanlah alat untuk memaksa Tuhan melakukan kehendak kita. Iman adalah sebuah penyerahan dan keyakinan akan tindakan Allah. Doa Yesus di Getsemani adalah doa yang penuh dengan iman karena di dalamnya Ia tidak mengubah kemauan Bapa-Nya tetapi mengatakan kehendak Bapa-lah yang jadi sekalipun Ia punya keinginan tersendiri, dan keinginan-Nya Dia lebur ke dalam keinginan Bapa. Kelihatannya Yesus sangat konsisten dalam pengajaran tentang doa. Di bagian awal pelayanan-Nya Ia pernah mengajarkan doa kepada murid-murid-Nya: ”Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Yesus mengetahui bahwa berdoa berarti meminta kehendak Bapa terjadi baik dalam peristiwa di bumi maupun dalam keputusan Allah di sorga .. ”
Namun bila menyimak kembali apa yang dikatakan Yakobus dengan istilah: ”sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu”, maka doa-doa semacam itu kita golongkan sebagai doa kedagingan. Doa kedagingan itu mencakup:
DOA KONSUMERISME
Meminta Tuhan untuk memenuhi semua keinginannya untuk punya ini dan punya itu seolah Allah itu lampu Aladin.
DOA AMBISIUS
Meminta dan memaksa Tuhan untuk bisa membawa dia ke jabatan ini dan itu.
DOA EGOIS
Meminta Tuhan untuk menguntungkan diri kita dan mengabaikan keuntungan atau keberuntungan orang lain.
DOA KEPAHITAN
Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
Anda memang tidak sedang salah lihat memang judul renungan ini adalah DOA KEDAGINGAN bukan DOSA KEDAGINGAN. Kita sudah terbiasa dengan istilah DOSA KEDAGINGAN tetapi ngomong-ngomong apa ada yang namanya DOA KEDAGINGAN? Yakobus memberi penjelasan bahwa dalam hidup kita seringkali harapan dan kerinduan hati tidak terwujud sebagaimana yang kita harapkan, hal itu tidak disebabkan oleh karena ketiadaan doa dalam keseharian kita (ayat 2), tetapi juga karena sekalipun berdoa namun doa yang dinaikkan sarat dengan nafsu. Kata ’nafsu’ dalam teks ini lebih mengarah pada bentuk-bentuk kesenangan (Yun. hedone, Ing. pleasure). Yakobus memaksudkan disini bahwa doa yang dinaikkan merupakan suatu upaya untuk menyenangkan diri sendiri. Mungkin akan timbul semacam pertanyaan: apakah tidak boleh kita menaikkan doa yang berangkat dari kerinduan diri sendiri? Dan apakah doa yang kita naikkan yang penuh dengan permintaan pribadi selalu berarti dengan doa yang penuh hawa nafsu? Dan kalau tidak bagaimana cara membedakannya?
Yesus pernah mengajarkan sebuah doa tatkala Ia bergumul di taman Getsemani: ”Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Lukas 22:42). Yesus menaikkan doa yang bukan karena kesenangan atau nafsu tetapi karena kengerian yang telah Ia bayangkan di depan-Nya. Dalam hal ini doa Yesus memang bukanlah doa yang penuh dengan kedagingan tetapi juga doa itu sendiri tidak berarti telah sesuai dengan kehendak Allah. Kata kunci dalam doa yang tidak kita lupakan adalah “sesuai dengan kehendak Allah”. Doa tidak akan mengubah kehendak Allah tetapi mengubah kehendak kita menurut kehendak Allah. Dengan berdoa kita belajar mensejajarkan diri dengan kehendak-Nya. Doa memang membutuhkan iman, tetapi iman bukanlah alat untuk memaksa Tuhan melakukan kehendak kita. Iman adalah sebuah penyerahan dan keyakinan akan tindakan Allah. Doa Yesus di Getsemani adalah doa yang penuh dengan iman karena di dalamnya Ia tidak mengubah kemauan Bapa-Nya tetapi mengatakan kehendak Bapa-lah yang jadi sekalipun Ia punya keinginan tersendiri, dan keinginan-Nya Dia lebur ke dalam keinginan Bapa. Kelihatannya Yesus sangat konsisten dalam pengajaran tentang doa. Di bagian awal pelayanan-Nya Ia pernah mengajarkan doa kepada murid-murid-Nya: ”Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Yesus mengetahui bahwa berdoa berarti meminta kehendak Bapa terjadi baik dalam peristiwa di bumi maupun dalam keputusan Allah di sorga .. ”
Namun bila menyimak kembali apa yang dikatakan Yakobus dengan istilah: ”sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu”, maka doa-doa semacam itu kita golongkan sebagai doa kedagingan. Doa kedagingan itu mencakup:
DOA KONSUMERISME
Meminta Tuhan untuk memenuhi semua keinginannya untuk punya ini dan punya itu seolah Allah itu lampu Aladin.
DOA AMBISIUS
Meminta dan memaksa Tuhan untuk bisa membawa dia ke jabatan ini dan itu.
DOA EGOIS
Meminta Tuhan untuk menguntungkan diri kita dan mengabaikan keuntungan atau keberuntungan orang lain.
DOA KEPAHITAN
Meminta Tuhan untuk membalas dendam kita terhadap orang yang menyakiti kita.
DOA PATAH HATI
Ambil nyawa saya saja Tuhan!
DOA PENGENDALI
Meminta Tuhan untuk melakukan sesuatu agar orang bisa tunduk dan takluk kepada kemauannya.
Untuk yang seperti ini, anjuran yang positif dari Alkitab mengatakan: ”jangan buang waktu dan anggaran untuk berdoa macam begini!”. Allah tentunya langsung menggelengkan kepala tanda bahwa Ia tidak setuju dengan cara anak-anak-Nya, sebab mereka tatkala datang di dalam doa masih juga dikuasai oleh kedagingan.
DOA PATAH HATI
Ambil nyawa saya saja Tuhan!
DOA PENGENDALI
Meminta Tuhan untuk melakukan sesuatu agar orang bisa tunduk dan takluk kepada kemauannya.
Untuk yang seperti ini, anjuran yang positif dari Alkitab mengatakan: ”jangan buang waktu dan anggaran untuk berdoa macam begini!”. Allah tentunya langsung menggelengkan kepala tanda bahwa Ia tidak setuju dengan cara anak-anak-Nya, sebab mereka tatkala datang di dalam doa masih juga dikuasai oleh kedagingan.
Daniel Zacharias
Langganan:
Postingan (Atom)